Sebagai pusat bisnis dan perkantoran, Jakarta adalah kota yang selalu sibuk. Kota yang tak pernah berhenti beraktivitas dari pagi hingga pagi berikutnya. Banyak waktu terlewat tanpa terasa.

Begitu pula, banyak senja yang terlupakan begitu saja karena kesibukan, terjebak kemacetan, atau terjebak di sesaknya kereta komuter. Namun, di mata para fotografer, terutama fotografer lanskap, senja, adalah momen yang istimewa. Perubahan warna langit, semburat sinar matahari sebelum surut, dan cahaya lampu-lampu yang berpendar adalah sesuatu yang memesona.

Di balik problem masyarakat urban kota ini, Jakarta ternyata memiliki beberapa lokasi yang biasa didatangi para fotografer untuk mengabadikan senja. Apalagi, beberapa spot foto sunset ini dekat dengan pusat perkantoran di Sudirman dan Thamrin. Ini cocok untuk para fotografer yang juga pekerja di Jakarta. Untuk memotret pemandangan sunset di seputar Jakarta tidak harus menunggu akhir pekan.

Jadi, daripada terjebak macet atau berlarian dan berebut masuk pintu kereta atau bus, kenapa tidak hunting foto sunset saja?

Nah, berikut spot foto sunset di Jakarta yang biasa didatangi para penggemar fotografi landscape dan cityscape.

Monumen Nasional (Monas)

Siapa yang tidak tahu Monumen Nasional? Monas adalah nama yang bersejarah bersama perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tugu setinggi 132 meter ini dibangun untuk mengenang perjuangan dalam merebut kemerdekaan.

Tengara yang satu ini adalah satu spot favorit saya memotret sunset, ketika saya tidak mempunyai banyak waktu jelang sore hari. Hanya beberapa menit dari tempat tinggal dan kantor, menjadi alasan mengapa Monas menjadi ‘jujugan’ saya untuk mengabadikan senja.

Tepi kolam di sisi timur, yang berada di samping lahan parkir Stasiun Gambir, adalah lokasi yang paling saya sukai. Selain alasan komposisi foto, sisi timur ini cenderung lebih sepi dibanding sisi yang lain karena terletak di pinggir lapangan. Di sisi ini, juga terdapat sebuah kolam dengan air mancur, sementara di sebelahnya ada Patung Kartini.


Senja di Monas. Jika beruntung, kita akan mendapati langit yang indah berwarna-warni.

Di Monas sisi barat juga ada air mancur menari yang akan dimainkan setiap akhir pekan pukul 19.30-21.00.

Waduk Kebon Melati

Baru-baru ini, foto Waduk Kebon Melati ramai memenuhi aplikasi Instagram. Waduk ini menjadi salah satu spot foto baru di Jakarta. Saya sendiri sudah beberapa kali memotret di sini. Pasalnya, Waduk Kebon Melati strategis letaknya, dekat dengan kantor dan mudah diakses, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Bagi pengguna transportasi umum, bisa turun di seputar Grand Indonesia dan dilanjutkan berjalan kaki. Sedangkan pengguna kendaraan pribadi bisa parkir di Thamrin Residence atau Thamrin City.

Waduk Kebon Melati membujur dari utara ke selatan. Sementara, deretan gedung-gedung berada di sebelah timur dan selatan. Sehingga, untuk memotret sunset kita tidak bisa langsung menghadap matahari. Bahkan, ada kalanya matahari senja justru berada di belakang kita. Namun, pantulan gedung-gedung perkantoran dengan gemerlap lampunya di waduk merupakan obyek foto yang menarik. Sesekali langit timur berwarna merah oleh bias sinar matahari dari barat.

Salah satu kekurangan waduk ini adalah aroma airnya yang kuran sedap. Meski begitu, para fotografer tetap saja betah berlama-lama di tempat ini. Berlomba dengan mereka yang memancing ikan di waduk.


Pantulan gedung perkantoran dan lampu-lampu di air waduk di kala senja.

Memotret lebih dekat ke sisi waduk sebelah barat. Kita bisa mengatur komposisi foto dengan obyek gedung bertingkat dan langit senja sebagai latar belakang.

Waduk Setiabudi Barat

Selain Waduk Kebon Melati, Jakarta juga memiliki waduk lain di tengah kota yang juga menjadi tujuan para fotografer. Waduk tersebut adalah Waduk Setiabudi Barat. Waduk ini berada di sebelah timur Halte Busway Dukuh Atas 2 atau di sebelah Jalan Galunggung.

Waduk Setiabudi Barat sebenarnya berfungsi sebagai sarana pengolahan air limbah. Maka jangan heran kalau air di waduk ini menyebarkan aroma tak sedap. Namun, di balik aromanya yang menusuk hidung, kita bisa mengabadikan keindahan waduk ini kala senja. Gedung-gedung perkantoran yang terpantul di air, warna langit senja, air yang terus bergolak, dan kerlip lampu adalah perpaduan yang apik untuk difoto.

Saran saya, sebaiknya memakai masker ketika mengambil gambar di waduk ini. Karena aroma air waduk rasanya membuat ingin muntah.


Pantulan gedung perkantoran di daerah Sudirman di atas Waduk Setiabudi Barat.
Teknik long exposure membuat air terlihat seperti benda padat.

Pantai Ancol

Spot foto sunset selanjutnya adalah pantai Ancol. Sebagai lokasi tujuan wisata, Ancol tidak pernah sepi pengunjung. Tak peduli hari kerja terlebih hari libur. Entah pagi, siang, maupun sore Ancol selalu ramai. Bahkan, subuh pun Ancol tak kekurangan pengunjung.

Kawasan pantai yang dikelola oleh PT Pembangunan Jaya Ancol ini memiliki beberapa spot foto di sepanjang pantainya. Salah satunya adalah kawasan Beach Pool. Di pantai ini, terdapat sebuah jembatan melengkung setengah lingkaran membentuk simbol “love”. Jembatan tersebut bernama Le Bridge yang di tengahnya terdapat sebuah kafe bernama Café Columbus.

Memotret di pantai ini harus pandai-pandai mencari waktu yang tepat kalau tidak ingin terlalu ramai. Jembatan yang penuh lalu-lalang pengunjung juga kerap goyang karena dibuat dari kayu. Oleh karena itu, kita harus menunggu sepi ketika memotret dengan teknik long exposure supaya hasil foto kita tidak blur.


Di jembatan Le Bridge ini kalau lagi ramai atau waktu kita memencet tombol rana tidak tepat, hasil foto kita akan blur sebab jembatan goyah oleh lalu lalang pengunjung.

Kafe Columbus di tengah jembatan di Beach Pool, Ancol dengan latar belakang langit senja.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa, selain menyimpan sejarah panjang perjalanan Jakarta, juga memberikan keindahan di waktu senjanya. Barisan kapal-kapal yang bersandar dengan latar belakang matahari terbenam adalah obyek yang menarik untuk difoto. Di pelabuhan ini, kita bisa mengeksplorasi berbagai jenis fotografi. Mulai dari human interest, portrait, fotografi jalanan, maupun memotret lanskap.

Sebagai pelabuhan yang masih aktif, Sunda Kelapa ta kpernah sepi dari aktivitas kepelabuhanan. Mulai dari bongkar muat barang, pembersihan kapal, perawatan kapal, serta aktivitas wisata. Di pelabuhan ini biasanya ada nelayan yang menawari kita berkeliling di sekitar pelabuhan.

Di pelabuhan ini, posisi matahari berada di belakang kapal-kapal yang bersandar. Oleh karena itu, kita tidak bisa memotret matahari dan kapal sekaligus dalam satu frame ketika matahari sudah berada di kaki langit. Namun, siluet kapal-kapal pinisi yang berbaris dengan latar belakang langit senja tak kalah menarik untuk difoto.

Lapangan Banteng

Saya suka sekali ke Lapangan Banteng sejak renovasi dan peresmian beberapa bulan lalu. Bahkan, belum diresmikan saja saya sudah mulai memotret di monumen bersejarah ini.

Lapangan Banteng berada tak jauh dari Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Lapangan ini sudah menempuh perjalanan panjang sejak pendudukan Belanda di Indonesia. Dan sudah berganti nama dari yang sebelumnya bernama Waterlooplein yang berbahasa Belanda menjadi Lapangan Banteng setelah kemerdekaan. Di lapangan Banteng terdapat Momumen Pembebasan Irian Barat yang menjadi penanda perjuangan Indonesia merebut Iriant Barat (Papua) dari tangan Belanda.

Lapangan Banteng adalah tengara yang tak pernah sepi pengunjung. Biasanya sore dan pagi hari, tempat ini ramai dengan pengunjung yang berolahraga. Untuk mendapatkan foto yang “bersih” dari obyek manusia, kita harus pandai-pandai mencari momen atau posisi yang tepat. Biasanya, dengan shutter speed di atas 15 detik, orang-orang yang berjalan di depan kita sudah tidak kelihatan di dalam foto.


Siluet Monumen Pembebasan Irian Barat kala senja.

Sisi utara kolam di Lapangan Banteng terdapat bendera merah putih berjajar

Rooftop

Bila bosan dengan perspektif foto yang itu-itu saja, memotret dari ketinggian bisa menjadi pilihan. Memotret lanskap kota dari ketinggian memberikan perspektif yang berbeda, ketika bangunan-bangunan dan gedung-gedung pencakar langit berjajar-jajar menjadi obyek yang menarik. Apalagi berpadu dengan cahaya lampu dan senja di langit barat.

Dengan banyaknya drone yang saat ini beredar di pasaran, memotret dari ketinggian bukan hal yang sulit dilakukan. Tinggal memilih daerah mana yang akan dijadikan obyek dalam foto, yang penting bukan daerah terlarang untuk menerbangkan pesawat tanpa awak ini.

Namun, ada kalanya memotret dengan drone saja membuat fotografer tidak terlalu puas. Misalnya, soal ketajaman, kestabilan dan maupun kita ingin memasang perangkat lain di depan lensa, misalnya filter GND maupun ND.

Oleh karena itu, kita mesti mencari tempat memotret dari ketinggian, yaitu atap gedung atau rooftop. Biasanya di Jakarta ada beberapa kelompok yang sering hunting di atap gedung. Salah satu yang saya sering tahu adalah Rohani Tanasal. Fotografer perempuan ini sering membagi foto pemandangan dari atas gedung pencakar langit di akun instagramnya.

Saya sendiri belum pernah berkesempatan memotret Jakarta dari atap gedung. Masalah perizinan yang menjadi kendala bagi saya dan juga barangkali beberapa fotografer lain. Harus ada semacam EO untuk memotret di atap gedung, sebab memotret dari atap gedung, terutama perkantoran, harus mengajukan surat izin kepada pengelola. Alternatifnya adalah memotret dari hotel, kafe atau pun apartemen yang menyediakan fasilitas balkon di atapnya.

Pantai Mutiara

Pantai Mutaira adalah tempat menikmati senja selain pantai-pantai di kawasan Ancol. Pantai Mutiara berada di areal permukiman elit di daerah Pluit, Jakarta Utara. Karena berada di kawasan perumahan, Pantai Mutiara memang bukan ditujukan untuk kawasan wisata. Meskipun, daerah ini juga tidak tertutup untuk khalayak umum.

Kita bisa menikmati dan memotret senja sambil menikmati sajian olahan laut di kawasan Pantai Mutiara ini. Datang saja ke Kafe Jetski. Di sana ada berbagai hidangan hasil laut. Setelah berburu foto, kita bisa meluangkan waktu sejenak di kafe ini.

Beberapa spot foto di atas adalah beberapa dari sekian banyak spot memotret sunset yang ada di Jakarta. Banyaknya spot menikmati senja di Jakarta ini, setidaknya membuktikan, bahwa di Jakarta bukan hanya soal kemacetan dan masalah perkotaan yang lain. Ada juga keindahan di dalamnya. Sebagaimana keindahan foto-foto sunset hasil bidikan para fotografer itu.

You Might Also Like

Comments ( 4 )

Enter Your Comments Here..