Senja di Pantai Tanjung Layar, Sawarna

Desa Wisata Sawarna ibarat surga di sisi selatan Pulau Jawa. Pantai-pantai di Sawarna dan sekitarnya menyimpan pesona yang memikat siapa saja. Pantai-pantai dengan beraneka karakter yang cantik dan masih alami.

Pantai-pantai di Kabupaten Lebak ini berderet dari timur ke barat dengan ciri khas masing-masing. Ada pantai yang jelita dengan gugusan bebetuan karangnya; ada pantai berpasir putih nan lembut yang menghampar seluas mata memandang; ada pantai yang dikelilingi tebing terjal; ada pantai bergelombang tinggi; ada pula pantai dengan ombak menggelora dan berdebur menghantam batu karang. Hanya ada satu kesamaan di antara pantai-pantai tersebut: cantik.

Tak heran Sawarna menjadi destinasi wisata yang “ramah” bagi semua kalangan, mulai dari wisatawan biasa, peselancar, hingga para penggiat fotografi. Para peselancar dapat ke Sawarna untuk merasakan sensasi mengarungi gelombang besar atau para fotografer bisa datang ke Sawarna untuk mengabadikan keelokan pantai-pantainya. Selain pantai, pengunjung juga bisa berkunjung ke beberapa goa yang ada di sekitar pantai.

Secara administratif, Desa Wisata Sawarna masuk ke wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kabupaten Lebak merupakan kabupaten paling timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat. Wilayah Kabupaten Lebak membentang dari Rangkasbitung di sebelah utara hingga ke pinggir selatan yang berbatasan lansung dengan samudra. Wilayah kabupaten Lebak sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Max Havelaar, sebuah novel karangan Multatuli yang terbit pada tahun 1860 merekam bagaimana kondisi rakyat Lebak di bawah penjajahan Belanda.

Belakangan, Kabupaten Lebak terus berbenah. Sebagaimana yang bisa kita lihat lewat pariwisata di Sawarna. Desa yang menjelma menjadi destinasi wisata ini, tumbuh seiring dengan pertumbuhan pariwisata. Berbagai jenis penginapan juga mulai banyak berdiri di Sawarna, pengelolaan wisata yang lebih baik, dan fasilitas untuk wisatawan, misalnya ojek yang tak jarang merangkap pemandu wisata.

Akhir Juli kemarin, di tengah pekerjaan yang mendesak untuk diselesaikan, saya berkunjung ke Sawarna. Saya bergabung bersama teman-teman fotografer pada acara yang dihelat Bintang Mas, sebuah perusahaan distributor peralatan fotografi. Perjalanan kali ini bertajuk “Lowepro Sawarna Trip”. Ya, Bintang Mas adalah satu-satunya distributor merek tas dan pouch Lowepro di Indonesia.

Karakter pantai yang beragam menjadi alasan mengapa pantai –pantai di Sawarna menjadi favorit para fotografer. Ada beberapa pantai yang saya kunjungi dalam trip dua bulan lalu tersebut. Berikut pantai-pantai yang saya abadikan lewat kamera.

Pantai Tanjung  Layar

Pantai Tanjung Layar berada di pinggir selatan Kampung Cikoneng, Desa Sawarna. Tidak terlalu jauh untuk mencapai pantai ini karena dekat dengan pemukiman warga. Sebagaimana namanya, batu karang mendominasi pantai ini. Gugusan karang yang membentang semisal benteng dari ombak laut selatan yang terus menghantam.

Salah satu ciri khas pantai selatan Jawa adalah mitos dan legenda yang  berkembang di masyarakat dari ujung barat hingga timur di Banyuwangi sana. Begitu pula dengan Pantai Tanjung Karang yang kental dengan cerita legenda dan mitos. Konon, karang berbentuk layar di pantai  ini adalah layar perahu milik Sangkuriang yang ia lemparkan dari arah utara. Sangkuriang adalah cerita rakyat tentang cinta yang tertolak.

Pantai Tanjung Layar di kala senja
Pantai Tanjung Layar di kala senja

Sebagaimana banyak orang tahu, Sangkuriang tertarik pada seorang perempuan bernama Dayang Sumbi, yang sebenarnya adalah ibunya. Ketika Sangkuriang mengatakan maksud hatinya untuk mempersunting Dayang Sumbi, Dayang Sumbi meminta syarat untuk membuatkan perahu dan telaga dalam waktu semalam. Singkat cerita, Sangkuriang menyanggupi syarat itu, namun gagal menciptakan telaga dan perahu sebelum pagi tiba. Sangkuriang melampiaskan kemarahan dengan menendang kapal yang ia buat, yang kemudian terlempar menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Sementara layar perahu ia patahkan dan lemparkan ke selatan. Karang berbentuk layar di pantai inilahyang dianggap sebagai layar kapal Sangkuriang. Dalam legenda tersebut, Pantai Tanjung Layar adalah saksi bisu kemarahan Sangkuriang.

Di luar mitos, Pantai Tanjung Layar menyimpan keindahan yang mempesona. Di sini, kita bisa menikmati keindahan pantai saat matahari terbenam dan terbit. Sudah banyak para fotografer mengabadikan keindahan Pantai Tanjung Karang, baik waktu senja maupun ketika matahari terbit. Biasanya, para juru foto ini menggunakan batu karang yang  berbentuk layar sebagai obyek foto yang mereka padukan dengan batuan karang dan air laut di sekelilingnya. Dengan kumpulan batu karang yang beragam bentuk, kita bisa berlatih kompisisi dan menggali kemampuan fotografi.

Pantai Tanjung Layar sudah memiliki banyak fasilitas, misalnya warung-warung di sepanjang pinggir pantai, listrik yang menyala sehari-semalam, toilet, mushala, dan tempat parkir.

Pantai  Legon Pari

Keindahan Pantai Legon Pari tak kalah dari Pantai Tanjung Karang. Pantai ini membentuk garis melengkung ke arah daratan. Cekungan teluk ini menghadap ke tenggara. Bentuk lekukan inilah yang menjadi muasal nama pantai ini. Legon berasal dari kosa kata Sunda ‘ngelagon’ yang artinya menjorok ke daratan atau teluk istilah lainnya. Sementara pari berasal dari jenis ikan yang dahulu banyak ditemukan di pantai ini, ikan pari.

Berbeda dengan pantai lain yang merupakan pantai berbatu karang, Pantai Legon Pari merupakan pantai berpasir putih yang lembut. Sejauh mata memandang, kita hanya akan melihat hamparan pasir putih. Ombak di pantai ini cenderung lebih ramah untuk para pengunjung, sehingga relatif lebih aman bagi mereka yang ingin berenang.

Pantai Legon Pari juga merupakan pantai yang tepat untuk menikmati pemandangan pagi. Matahari akan muncul dari arah laut ataupun dari balik bukit arah pantai Karang Taraje.

Pantai Karang Bereum

Pantai Karang Bereum berada di sebelah barat Pantai Legon Pari. Kedua pantai ini sebenarnya bersisian, timur dan barat. Tetapi, kedua pantai ini memiliki karakter yang berbeda. Pantai Karang Bereum merupakan pantai yang didominasi karang dan bebatuan.

Sunrise di Pantai Karang Bereum
Sunrise di Pantai Karang Bereum

Keunikan pantai ini adalah bentuk batu karang yang serupa benteng membujur dari timur ke barat seperti yang ada di Pantai Tanjung Layar. Karang benteng ini berwarna kemerah-merahan yang menjadi asal-usul nama pantai ini. Di mana “bereum” berasal dari bahasa Sunda yang berarti merah.

Pada waktu air laut tidak surut, kita bisa menyaksikan fenomena air terjun dari “benteng karang” tadi. Setiap kali ombak menghantam karang, air laut yang tercurah dari atas batu menjadi semacam air terjun yang menarik untuk diabadikan.

Pantai Karang Bokor

Pantai Karang Bokor berjarak sekitar enam kilometer ke arah barat dari Pantai Tanjung Layar. Pantai ini berada di wilayah perhutani. Sama seperti kondisi di pantai Tanjung Layar, pesisir ini juga didominasi oleh gugusan batu karang. Bahkan, panti Karang Bokor bukan Pantai yang landai. Pantai Karang Bokor adalah pantai dengan tebing curam yang langsung berbatasan dengan laut. Ombak laut yang terus menggelora berkali-kali menghantam karang dan batu-batu.

Kita harus ekstra hati-hati ketika mengunjungi pantai ini, pasalnya pantai ini berombak besar, berkarang tajam, dan berbatu-batu yang licin. Pantai Karang Bokor bersembunyi di kawasan hutan milik perhutani. Kata penduduk setempat, kawasan di sekitar pantai akan dibangun sebagai kawasan wisata. Rencananya, ada dibangun jembatan kaca yang menghubungkan antara tebing daratan dengan batu karang yang berbentuk seperti mangkok itu.

Keindahan warna laut yang kebiruan bertambah lengkap dengan rimbun pepohonan di pesisir ini. Berbagai jenis pohon dengan beragam usia berdiri tegak berbaris-baris begitu kita melewati pintu masuk ke pantai. Sebuah pintu gerbang sederhana berbahan kayu selalu mengucapkan salam kepada pengunjung. “Wilujeng Sumping,” kata tulisan di gerbang ini. Sementara di bawahnya tertulis “Karang Bokor Cliff” dengan warna terang menyala. Tulisan itu tidak bohong, Karang Bokor adalah pantai dengan tebing karang yang terjal. Untuk sampai di bibir pantai, pengunjung harus menuruni jalan setapak yang cukup curam. Bagi yang tidak biasa mendaki atau pun beraktivitas fisik seperti saya, perjalanan ini cukup menguras nafas dan tenaga.

Pantai Karang Bokor
Pantai Karang Bokor, pantai indah di balik tebing dan karang

Sebenarnya, saat ini Pantai Karang Bokor lebih cocok untuk para fotografer daripada mereka yang sekadar berwisata. Sebab, pantai ini belum mempunyai fasilitas seperti toilet, warung makan, maupun tempat parkir. Asal tahu  saja, kami hanya memarkirkan kendaraan roda dua kami di pinggir jurang, di sebelah kiri dan kanan jalan setapak tersebut. Sebaliknya, para fotografer, terutama fotografer landscape justru  suka dengan kondisi ini. Pantai yang sepi membuat fotografer bebas melakukan kegiatan fotografinya tanpa terganggu pengunjung lain.

Pantai Karang Songsong

Pantai Karang Songsong berjarak sekitar 30 kilometer di sebelelah barat Desa Wisata Sawarna. Secara administratif, pantai ini terletak di Kampung Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. Tidak sulit menjangkau pantai ini karena terletak di pinggir jalan nasional yang menghubungkan daerah-daerah di Jawa Barat dan Banten.

Senja di Pantai Karang Songsong
Mengabadikan ombak kala senja di Pantai Karang Songsong

Pantai ini berkarakter landai dengan ombak yang sama besarnya dengan pantai yang lain. Batu-batu  karang dan bentangan pasir berpadu menjadikan pantai ini indah. Karang Songsong adalah pantai yang pas bagi pecinta senja. Matahari akan turun ke peraduan di perairan danmenciptakan warna-warna yang mempesona.

Pedoman Perjalanan:
Lokasi

Desa Sawarna terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Rute Transportasi Menuju Sawarna

Bagi yang membawa kendaraan sendiri, terdapat dua rute menuju Sawarna dari Jakarta, yaitu rute barat dan rute timur.

Rute Barat:

Jakarta – Serang – Pandeglang – Saketi – Malingping – Bayah – SawarnaJakarta – Rangkasbitung – Gunung Kencana – Malingping – Bayah – Sawarna Jakarta – Cilegon – Anyer – Labuan – Malingping – Bayah – Sawarna

Rute Timur:

Jakarta – Ciawi – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna Jakarta – Ciawi – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna Jakarta – Bogor – Cijeruk – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna

Transportasi Selama di Sawarna

Wisatawan harus memperhatikan bahwa tidak semua pantai di Sawarna bisa dicapai dengan mobil. Oleh karena itu, warga desa wisata ini menyediakan jasa ojek bagi wisatawan untuk mengunjungi pantai di Sawarna. Biasanya para tukang ojek mangkal di depan jembatan gantung menuju  kampung Cikoneng.

Penginapan di Sawarna

Sawarna menyediakan berbagai jenis penginapan untuk para pengunjung. Umumnya jenis penginapan di Sawarna adalah homestay, di mana satu kamar bisa menampung tiga hingga empat orang. Waktu berkunjung ke Sawarna kemarin, saya menginap di Andrew Batara Homestay. Penginapan ini terletak di pinggir jalan utama Sawarna, di sebelah jembatan gantung menuju Kampung Cikoneng,  pintu masuk ke Pantai Tanjung Karang dan pantai sekitarnya. Penginapan Andrew menyewakan beberapa kamar. Saya dan rombongan kemarin menyewa tiga kamar yang berisi 4 hingga 5 orang tiap kamar. Penginapan ini juga menyediakan masakan yang menurut saya dan teman-teman rombongan saya kemarin rasanya enak. Buat yang mau menginap di homestay Andrew bisa menghubungi 0878 2095 2251 atau 0812 1317 7722.

You Might Also Like

Enter Your Comments Here..