Mengusung tagline smart mirorless camera, Fujifilm X-A7 hadir membawa berbagai inovasi yang mendukung pembuatan video dan foto yang berkualitas. Kamera ini mempunyai berbagai keunggulan yang mampu bersaing dengan kamera lain di kelasnya.

Fujifilm Indonesia resmi meluncurkan kamera seri untuk pemula ini menjelang akhir September kemarin. Fujifilm X-A7 adalah penerus dari seri X-A5 yang muncul ke pasaran pada awal tahun 2018.

Akhir pekan awal Oktober ini, saya sempat mencoba kamera ini waktu berkunjung ke pameran Fujifilm bertajuk “Smart Way to Share” di mal Kota Kasablanka. Dari tampilan sekilas, X-A7 mirip X-A5, kakaknya. Namun, begitu saya memegang dan mencobanya, kamera ini memiliki banyak perubahan dibanding seri sebelumnya. Perubahan secara fisik tampak pada layar LCD yang lebih lebar. Fujifilm X-A7 juga menghilangkan tombol navigasi di sebelah kanan layar LCD dengan hanya menyisakan tiga tombol. Fujifilm mengklaim, X-A7 ini mudah digunakan dengan mengandalkan model layar sentuh untuk mengoperasikan menu-menunya.

Perubahan besar pada kamera X-A7 adalah layar LCD yang bisa diputar-putar (fully articulated). Sebelumnya, layar kamera yang bisa diputar ke depan dari arah samping baru terdapat pada kamera seri X-T100. Ini adalah kamera Fujifilm pertama dengan model layar seperti itu. Namun, layar LCD seri X-A7 berkembang lebih jauh, di mana layar ini lebih fleksibel untuk diputar ke beberapa arah.

Tampilan kamera Fujifilm X-A7 warna coklat dari depan.

Kemarin, saya juga membandingkan kemampuan Fujifilm X-A7 ini dengan X-T100 yang kebetulan saya bawa. Waktu itu, saya membandingkan kemampuan video 4K antara X-A7 dan X-T100. Hasilnya, hasil video 4K Fujifilm X-A7 memang mengesankan. Kamera ini mampu merekam resolusi 4K 30fps tanpa crop. Ini lebih unggul dari video 4K kamera X-T100 punya saya yang hanya 15fps. Saya melihat hasil video 4K X-T100 tersendat-sendat waktu saya putar, sementara hasil X-A7 terlihat mulus tanpa tersendat.

Tampaknya, kamera Fujifilm X-A7 menyasar kaum milenial jika melihat spesifikasi dan fitur-fiturnya. Bobot kamera yang hanya 320 gram, layar yang bisa diputar ke depan cocok untuk dibawa jalan-jalan dan swafoto. Sementara fitur layar sentuh dengan yang mengusung konsep smart menu memudahkan pengoperasian kamera ini. Konsep layar yang sepenuhnya touch screen ini belum ada di Fujifilm X-T100.

Selain itu, keunggulan X-A7 adalah jumlah titik fokus yang lebih banyak daripada kamera X-T100. Jumlah titik fokus pada Fujifilm X-A7 adalah 425 titik yang setara dengan titik fokus pada X-T30. Sementara X-T100 hanya mempunyai 91 titik fokus, sama dengan jumlah titik fokus pada seri Fujifilm X-A5.

Ada beberapa alasan mengapa saya membandingkan Fujifilm X-A7 dengan X-T100. Di antaranya, secara kelompok, seri X-A berada di bawah kelompok seri X-T. Selain itu, X-T100 adalah kamera pertama yang layarnya bisa dilipat ke depan. Sebelum muncul seri X-A7, banyak orang menyebut kamera ini cocok untuk vlogging karena layarnya bisa dilipat ke depan lewat samping. Nah, dengan keluarnya kamera X-A7 ini, apakah X-T100 masih unggul dibanding X-A7?

Layar LCD kamera X-A7 tampak jernih, layar ini sudah hampir sepenuhnya layar sentuh.

Kita bisa melihat lebih jauh perbandingan antara Fujifilm X-A7 dan X-T100 dari hasil yang saya rangkum dari berbagai sumber di bawah ini.

Sensor dan Kemampuan Merekam Gambar

Fujifilm X-A7 dan X-T100 sama-sama bersensor APSC 24.4 megapiksel. Namun, ada perbedaan ukuran rasio gambar antara keduanya, di mana ukuran gambar X-T100 adalah 1:1, 3:2, dan 16:9, sedangkan X-A7 berukuran 1:1, 3:2, 16:9, dan 3:4.

Kepekaan cahaya (ISO) pada kedua kamera ini berada di rentang 200-12800, yang dapat dinaikkan menjadi 100-51200 pada X-T100 dan 100-25600 pada X-A7.

Sebagaimana saya jelaskan di atas, jumlah titik fokus kamera Fujifilm X-A7 lebih unggul dibanding seri X-T100.

Untuk perekaman video 4K, seperti yang saya singgung di atas, X-A7 lebih unggul dibanding X-T100. X-A7 mampu merekam 4K paling lama 15 menit, sedangkan untuk ukuran Full 60fps mampu merekam selama 30 menit. Untuk perekaman resolusi yang lain X-T100 setara dengan X-A7.

Bodi dan Desain Kamera

Bentuk Bodi dan desain kamera X-T100 dan X-A7 tampak jelas berbeda. Bentuk desain X-A7 serupa dengan kamera X-A5 dengan beberapa inovasi. Sementara desain X-T100 tampak seperti Fujifilm seri X-T yang lain yang mempunyai knop di atas bodi kamera. Namun, bobot dan ukuran X-A7 dan X-T100 berbeda. Bobot X-A7 adalah 320g sementara X-T100 berbobot 448g. Kedua kamera ini sama-sama tidak tahan air dan cuaca ekstrem.

Untuk aktivitas perekaman video maupun vlogging, saya akan memilih menggunakan X-7. Selain kualitas gambar, alasan lain adalah tombol perekaman video. X-A7 mempunyai tombol khusus untuk merekam video di atas bodi kamera. Tombol ini cukup besar sehingga mudah dipencet-pencet waktu membuat video atau membuat vlog. Ini berbanding terbalik dengan tombol perekaman video pada X-T100 yang kecil di atas bodi kamera. Saya sendiri sering menggunakan kuku untuk memencet tombol ini karena saking kecil dan kerasnya.

Kedua kamera ini mempunyai hot shoe untuk flash external maupun untuk dudukan mikropon eksternal. Fujifilm X-A7 mempunyai lubang untuk mikropon eksternal berukuran 2.5mm sebagaimana X-T100. Kekurangan X-A7 dibanding X-T100 adalah lubang intip di kamera (viewfinder). Kamera X-A7 tidak memiliki viewfinder. Sedangkan X-T100 mempunyai viewfinder dengan resolusi 2.360.000 dan perbesaran 0.93 kali. Ketiadaan viewfinder pada X-A7 tidak menjadi masalah besar bagi Anda yang tidak telalu membutuhkannya.

Ukuran layar X-A7 lebih besar daripada X-T100 dengan perbandingan 3 nch berbanding 3.5 inch. Selain itu, X-A7 mempunyai 2.760.000 screen dots sedangkan pada X-T100 hanya terdapat 1.040.000 titik. Keduanya sama-sama bertipe layar TFT.

Kemampuan Baterai

Jenis baterai X-A7 dan X-T100 tidak berbeda, yaitu baterai lithium-ion NP-W126s. Cara pengisi daya pada baterai pada kedua kamera ini adalah langsung dicolok melalui kamera. Ketahanan baterai X-A7 lebih lama dibanding X-T100, yaitu 440 frame berbanding 430. Tapi, tentu saja daya tahan baterai ini tergantung pada penggunaannya, apakah lebih banyak video atau foto.

Fitur-fitur Tambahan

X-A7 dan X-T100 memiliki beberapa fitur tambahan yang sama. Namun, ada juga beberapa fitur dari kedua kamera ini yang berbeda, yaitu:

 X-A7 mempunyai mode “light trail scene” yang memungkinkan kita menangkap jejak cahaya lampu yang bergerak, misalnya lampu kendaraan, seperti lukisan cahaya. Selain itu, X-A7 juga mempunyai mode pemotretan HDR dengan sekali menekan tombol rana.

Sedangkan X-T100 mempunyai fitur 4K burst dan 4K multi fokus. 4K multi fokus adalah kamera mengambil gambar dengan fokus yang berbeda-beda, yang kemudian biasa kita pilih titik fokusnya setelah fotonya jadi.

Harga

Saat ini Fujifilm X-A7 masih masa pre-order dengan harga jual Rp. 10.999.000. Sementara X-T100 dengan lensa XC15-45mm sedang diskon banyak dari yang semula 10.4999.000 menjadi 7.999.000.

Kesimpulan

Menurut saya, X-A7 lebih banyak memiliki keunggulan dibanding X-T100. Fujifilm memberi inovasi besar pada X-A7 sehingga mampu bersaing dengan merk lain di jajaran kamera entry level. Selain itu, kemampuan video 4K X-A7 dan kemampuan kamera merekam gambar juga sangat mengesankan. Kamera ini pas buat Anda yang suka travelling, tapi malas membawa kamera besar seperti para profesional. Sebab, kemampuan X-A7 jauh melebihi ukurannya yang kecil. X-A7 juga bagus buat Anda yang suka selfi maupun vlogging, karena layar yang bisa ditekuk ke depan, bisa dipasang mikropon eksternal, dan bobotnya yang ringan. Anda bisa mengandalkan Fujifilm X-A7 untuk mampu memenuhi kebutuhan foto dan video Anda.

You Might Also Like

Nothing Found.

Apologies, but no results were found for the requested archive.

Enter Your Comments Here..