Pentingnya Tripod yang Kokoh untuk Memotret Landscape, Review Tripod Perspective PT-32C4

Bagi seorang fotografer, tripod merupakan salah satu investasi peralatan jangka panjang. Oleh sebab itu, supaya tidak bolak-balik beli, kita harus memilih tripod yang kokoh, tahan banting, ringan, dan, kalau bisa, murah. Syarat tersebut bisa menjadi acuan bagi kita dalam memilih tripod.

Syahdan, pertengahan tahun lalu saya memotret di Sawarna, Lebak, Banten. Desa Wisata Sawarna ini memang sudah terkenal memiliki pantai-pantai yang indah dan berkarakter. Cocok untuk para fotografer lanskap pemandangan. Namun, sebagaimana ombak pantai selatan yang lain, ombak daerah Sawarna juga tidak bisa santai. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya untuk menyiasati agar peralatan yang saya gunakan mampu menahan terjangan ombak.

Berhubung saya adalah orang yang tidak terlalu suka dengan keribetan saat traveling, saya biasanya membawa barang yang ringkas dan ringan di pundak. Nah, begitu pun dengan perjalanan saya ke Sawarna kali ini. Saya pilih membawa tripod berbahan fiber karbon saya yang kecil, ringkas, dan ringan. Maksudnya sekaligus menjajal kemampuannya, karena saya baru dua bulan membeli tripod ini. Tripod ini menarik karena ringkas dan multi fungsi. Bisa jadi monopod, bisa jadi mini tripod, bisa jadi tongkat selfi, bahkan bisa jadi kursi. Serius, kita bisa merangkai tripod ini jadi kursi portabel.

Namun, agaknya tripod ini menurut saya tidak cocok untuk menghadapi ombak karena kaki-kakinya yang kecil. Jadilah selama di Sawarna, saya hanya berdiri di tepian karena tripod saya goyah menghadapi ombak. Dan, bagi saya gambar buram karena tripod yang goyang adalah hal yang menyebalkan.

Tripod yang kecil, ringan, dan ringkas memang lebih enak untuk kita bawa bepergian. Tidak terlalu membebani pundak dan tidak terlalu makan tempat. Apalagi, sekarang sebagian besar maskapai penerbangan mengharuskan kita membayar bagasi.  Tetapi, tipod yang kecil dan terlalu ringan mempunyai kekurangan tersendiri ketika kita memotret di luar ruangan dengan kondisi “berat”. Tripod ini gampang goyah oleh ombak maupun angin pegunungan. Mungkin sama ringkihnya dengan ABG zaman now ketika diterpa masalah percintaan.

Pengalaman saya di Sawarna, mengingkatkan saya pada pengalaman beberapa tahun lalu, ketika saya memotret dengan tripod kecil ke Dieng. Waktu itu, saya memotret di Bukit Sidengkeng atau biasa disebut Petak Sembilan. Saya membeli tripod ini karena kecilnya, panjang tripodi ini dalam kondisi terlipat hanya 30 centimeter, sehingga bisa masuk tas gendong saya. Alhasil, angin kencang Bukit Sidengkeng membuat tripod saya tidak stabil. Dua pengalam ini memberi saya pelajaran untuk rela membawa tripod yang besar dan kokoh, terutama untuk foto landscape.

Sepulang dari Sawarna, saya bertekad untuk tidak mengorbankan hasil foto karena malas membawa tripod yang berat. Saya tak mau lagi was-was gara-gara tripod yang menopang kamera saya goyang oleh terjangan ombak. Nah, kebetulan sebelum berangkat ke Sawarna, ada distributor peralatan fotografi yang menawari saya tripod landscape dengan potongan harga yang lumayan besar. Distributor inilah yang menjadi penyelenggara trip foto ke Sawarna yang saya ikuti. Tanpa berpikir lama, sebelum kembali ke Jakarta, saya langsung memesan tripod ini.

Tripod yang saya maksud di atas adalah Tripod Perspective PT-32C4 + ballhead PH-40D. Saya mengandalkan tripod ini karena kokoh dalam menopang kamera saya. Bahan fiber karbon tripod ini membuatnya kuat, namun tetap ringan. Berat tripod ini, yakni 1.52 kilogram, hanya 2 gram lebih berat tripod travel saya yang berbahan alumunium. Ya, bisa saya katakan berat tripod ini tak mampu mengalahkan kualitasnya. Selain itu, bahan fiber karbon juga membuat tripod ini aman dari karat. Paling hanya bagian-bagian tertentu yang berkarat, misalnya baut di bawah ballhead.

Ballhead PH-40D

Menurut keterangan spesifikasi, tinggi maksimum tripod Perspective PT-32C4 adalah 135 cm. Sebuah ukuran yang sudah lumayan tinggi untuk sebuah tripod. Malahan, jika saya memasang ballhead, tinggi tripod ini bisa mencapai seleher saya. Sehingga, ketika saya memasang kamera di tripod ini dengan ketinggian maksimal, kameranya akan pas di depan mata saya.

Selain kokoh, tripod tersebut juga mampu menahan beban hingga lima belas kilogram, sementara ballhead-nya mampu menahan berat hingga 20 kilogram. Tripod ini mempunyai tiga kaki sebagaimana umumnya tripod yang ada di pasaran, dengan setiap kaki mempunyai 4 ruas. Diameter kaki di ruas paling atas adalah sekitar 4 centimeter dan di ujung kakinya berdiameter 2.5 centimeter. Dari ukuran ini, kita bisa berkesimpulan bahwa kaki-kaki tripod Persepective PT-32C4 berukuran cukup besar.

Nah, untuk pemotretan dengan sudut pandang dari bawah atau istilah kerennya low angle, tripod ini juga tidak bisa dianggap remeh. Kita bisa membuka kaki tripod Perspective PT-32C4 lebar-lebar hingga mendapatkan ketinggian 20 centimeter dari atas tanah hingga plate-nya. Ukuran ini saya pikir sudah cukup rendah untuk memoret low angle.

Mungkin tripod Perspective PT-32C4 ini memang tidak dimaksudkan untuk fungsi lain selain tripod belaka. Tripod ini tidak bisa kita lepas kakinya untuk jadi monopod, tripod mini, atau bahkan jadi kursi. Tripod ini juga tidak mempunyai kolom tengah (center column) untuk menambah ketinggiannya. Meski begitu, tripod ini sudah cukup tinggi.

Tripod Perspective PT-32C4 dalam kondisi terlipat. Cukup panjang, kan?

Di antara beberapa kelebihan di atas, tentunya, tripod ini juga mempunyai beberapa kekurangan, kalau boleh dikatakan kekurangan. Misalnya, tripod ini panjangnya mencapai 50 centimeter dalam kondisi terlipat. Efeknya, kita tidak bisa memasukkan tripod ke dalam koper ukuran kabin apalagi ke dalam tas bagpack. Selain itu, minimnya informasi produk Perspective membuat tripod ini kurang tenar dan belum banyak yang memakai. Sehingga, mereka yang ingin membeli susah mendapatkan banyak informasi dan review tripod Perspective PT-32C4, bahkan di website produsen sekalipun.  

Hal yang tak kalah penting dari membeli tripod adalah harga yang terjangkau. Tentu saja soal murah dan mahal suatu harga adalah relatif menurut kantong masing-masing. Mari kita tepikan dulu perkara harga menurut kantong kita. Kita di sini mengukur harga barang dengan nilai kualitas suatu barang. Kalau menurut saya, sih, tripod ini harganya lebih rendah dibanding kualitasnya. Artinya, kita lebih untung karena membeli barang murah dengan kualitas yang mumpuni. Anda bisa bandingkan harga tripod ini dengan tripod sejenis di pasaran. Harga Tripod Perspective PT-32C4 ini bisa bersaing dengan tripod yang setara, bukan?

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat spesifikasi serta kelebihan dan kekurangan Perspective PT-32C4 di bawah ini.

Spesifikasi Tripod Persepective PT-32C4

Bahan: Carbon Fiber

Berat: 1.52 kg

Beban maksimum: 15 kg

Tinggi maksimum: 135 cm

Tinggi minimum: 11 cm

Sections: 4

Panjang dalam kondisi terlipat : 50 cm

Diameter ketika terlipat: 10 cm

Tube Max Diameter: 3.2 cm

Spesifikasi Ballhead PH-40D

Berat: 480 gram

Beban Maksimum : 20 kg

Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihan

  1. Kokoh dan stabil.
  2. Bisa low angle.
  3. Tinggi maksimum lumayan.
  4. Harganya lebih murah di antara tripod sejenis.

Kekurangan

  1. Besar dan panjang. Ini adalah konsekuensi untuk mendapatkan tripod yang kokoh.
  2. Minimnya informasi ataupun review tentang tripod ini di internet.

Berdasarkan ulasan di atas, barangkali Anda bisa mempertimbangkan  untuk membeli Tripod Perspective PT-32C4 + ballhead PH-40D ini sebagai penunjang kegiatan fotografi luar ruangan Anda.

Disclaimer: Review tripod Perspective PT-32C4 + ballhead PH-40D ini bukan ulasan bersponsor.

Prev Terasering Bukit Panyaweuyan Argapura, Potret Kemolekan Alam Majalengka
Next Ari Amphibia: Fotografi adalah Melukis dengan Cahaya

Leave a comment

Right click is disable. All photos and texts are copyrighted by respective owners. All rights reserved.