Pesona keindahan obyek wisata di Banyuwangi tak pernah kikis oleh waktu. Pesona alam dan budaya kabupaten paling timur Pulau Jawa ini justru makin moncer dengan dukungan teknologi informasi saat ini. Pesona wisata Banyuwangi membentang dari barat hingga ke ujung timur, dari utara hingga pesisir selatan. Boleh dikatakan, setiap sudut wilayah Banyuwangi adalah destinasi wisata.

Banyuwangi adalah perpaduan antara alam yang indah, budaya yang mempesona serta ragam kuliner yang kaya rasa. Sebut saja, misalnya Taman Nasional Meru Betiri, Gunung Raung, Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Plengkung, dan tempat wisata lainnya. Sementara dari sisi budaya, masyarakat Banyuangi masih sering menggelar berbagai upacara dan festival. Misalnya, Barong Ider Bumi, Kebo-Keboan, Festival Gandrung Sewu, dan lain sebagainya.

Tanah Blambangan, sebutan lain untuk Banyuwangi, menyimpan kekayaan alam dan budaya yang menjadi tumpuan bagi masyarakat wisata daerah ini.


Keindahan Teluk Hijau.

Pesisir selatan Banyuwangi memiliki pantai-pantai yang indah dan masih alami. Meskipun, akses jalan menuju pantai bisa dibilang tidak mudah karena belum seluruh jalan diaspal. Misalnya, untuk mencapai Teluk Hijau, kita harus melewati jalan menanjak dan berbatu karena. Tetapi, seluruh letih di perjalanan akan langsung sirna ketika kita berhadapan dengan bentang pantai yang indah dikelilingi hutan.

Pantai Sukamade
Pantai Sukamade terletak di sebelah barat Teluk Hijau. Pantai ini menjadi bagian dari wilayah konservasi dari Taman Nasional Meru Betiri. Pantai Sukamade menjadi tempat penyu untuk bertelur. Karena itu, pantai ini juga dijadikan tempat penangkaran penyu. Setiap malam, pada bulan Maret hingga November, wisatawan bisa menyusuri pesisir untuk mengamati penyu-penyu bertelur. Hanya saja, tidak semua kendaraan bisa mencapai pantai ini. Sebab, sejak memasuki kawasan Teluk Hijau, kendaraan kita harus berhadapan dengan jalan yang berlumpur dan berbatu serta naik-turun.

Teluk Hijau
Teluk Hijau atau biasa juga disebut Green Bay adalah nirwana di tepi hutan Taman Nasional Meru Betiri. Pantai teluk ini membentuk lengkungan yang diapit batu karang di kanan dan kirinya. Pantai ini berbatasan langsung dengan hutan yang masuk kawasan Taman Nasioanal Meru Betiri. Lokasi yang sulit dijangkau membuat Teluk HIjau tidak terlalu ramai.

Pantai Batu (Stone Shore)
Ini merupakan pantai yang akan kita temui dalam perjalanan sebelum kita sampai di Teluk Hijau. Pantai ini tersusun dari bebatuan berbagai ukuran. Letaknya bersebelahan dengan Teluk Hijau.

Pantai Sukamade, Teluk Hijau dan Pantai Batu letaknya berdekatan dan searah. Bisa sekali jalan menuju ke obyek wisata ini. Namun, hindari pulang malam karena kita akan melewati hutan dengan kondisi jalan yang buruk.


Pantai Pulau Merah

Pantai Wedi Ireng
Pantai Wedi Ireng harus menjadi salah satu pantai yang masuk daftar untuk dikunjungi ketika berplesiran ke Banyuwangi. Wedi Ireng berasal dari Bahasa Jawa yang artinya pasir hitam. Keunikan pantai ini, adalah di balik lapisan pasir paling atas yang berwarna putih, terdapat butiran pasir yang berwarna hitam.

Pantai Wedi Ireng dikelilingi hutan tropis yang masuk kawasan hutan lindung di bawah pengelolaan Perhutani. Wisatawan dapat menjangkau pantai ini dengan mengendarai perahu dari Pantai Pancer yang terletak di sebelah barat Pantai Pulau Merah.

Pantai Pulau Merah
Pulau Merah merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Banyuwangi. Jangan bayangkan Pulau Merah itu besar seperti pulau-pulau di kawasan Pulau Seribu ataupun Karimun Jawa. Pulau Merah besarnya tak seberapa dan hanya beberapa meter dari bibir pantai. Salah satu keistimewaan pantai ini adalah pemandangan senja yang memukau. Cahaya matahari senja yang kemerahan akan memantul di pasir yang basah dibasuh ombak. Pantai Pulau Merah juga menjadi favorit peselancar pemula karena ombaknya yang tidak terlalu besar.


Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo menjadi suaka untuk banteng Jawa, rusa, merak dan beberapa satwa lain. Saya masih melihat beberapa ekor monyet hitam berlompatan di dahan waktu saya berkunjung ke sana. Tempat untuk mengamati satwa adalah di Padang Sadengan, sebuah padang savana di dalam kawasan taman nasional ini. Datanglah pada waktu sore atau pagi hari. Di hamparan rumput hijau savana ini, anda dapat menyaksikan banteng Jawa, rusa, dan satwa lainnya mencari makan.

Pantai Plengkung
Pantai Plengkung terletak di sudut tenggara Pulau Jawa, tepatnya di pesisir selatan Taman Nasional Alas Purwo. Pantai ini juga disebut G-Land yang berasal dari nama sebuah surf camp di Plengkung. Pantai Plengkung sudah lama menjadi surga peselancar, bahkan peselancar luar negeri pun datang ke sini. Ombaknya yang tinggi dan panjang di pantai inilah yang menjadi incaran para peselancar. Pantai ini bisa diakses dari pintu masuk TN Alas Purwo atau dari Bali dengan kapal.

Kawah Ijen
Kawah Ijen, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan destinasi wisata yang satu ini. Fenomena api biru di kawasan Gunung Ijen ini sudah kesohor ke seantero dunia. Perjalanan ke Gunung Ijen bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor jenis apa pun, meskipun jalanan tetap menanjak. Namun, jalan aspal menuju ke Kawah Ijen sudah terbilang bagus, hanya ada beberapa bagian yang berlubang. Jika sendirian mengendarai motor, hindari melakukan perjalanan malam hari karena harus melewati kawasan hutan lindung yang tanpa penerangan.

Desa Wisata Kemiren
Kemiren menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Banyuwangi. Di desa inilah kita bisa banyak belajar tentang kebudayaan suku asli Banyuwangi, yaitu Suku Osing atau Suku Using. Mayoritas penduduk Desa Kemiren adalah suku Osing. Tak heran, simbol-simbol kebudayaan suku ini masih terlihat hingga sekarang. Mulai dari rumah adat, upacara-upacara yang digelar di waktu-waktu tertentu, pertunjukan seni tradisional hingga kuliner tradisional yang khas. Di desa ini terdapat pula kedai yang menyajikan kuliner khas Banyuwangi, yaitu Pesantogan Kemangi atau juga disebut Kedai Kemangi.


Kawah Ijen

Pulau Tabuhan
Pulau Tabuhan terletak di Selat Bali, tepatnya di sebelah utara Taman Nasional Bali Barat dan di sebelah Timur Laut dari Pantai Watudodol. Pulau ini membentang seluas kurang lebih 5 kilometer yang dikelilingi pantai berpasir putih. Pulau Tabuhan sangat pas bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan momen matahari terbit dan tenggelam. Beberapa aktivitas juga bisa dilakukan di Pulau ini, misalnya berenang, snorkeling, kite surfing atau sekedar jalan-jalan keliling pulau.

Pantai Cemara
Panti Cemara terletak di pesisir timur Banyuwangi yang dapat ditempuh kurang lebih setengah jam kendaraan bermotor. Seperti namanya, pantai ini didominasi pohon cemara udang yang pada tahun 2011 ditanam oleh nelayan sekitar. Hutan cemara membentang seluas 10,2 hektar yang membuat hawa pantai menjadi sejuk. Keunikan lain Pantai Cemara adalah sepanjang pantai merupakan tempat bagi penyu untuk bertelur.

Festival Gandrung Sewu
Festival Gandrung Sewu merupakan pagelaran festival tari kolosal yang digelar setiap tahun. Tari Gandrung merupakan ikon Banyuwangi. Gandrung artinya tergila-gila atau sangat terpesona. Tarian ini merupakan perwujudan syukur kepada Dewi Sri yang merupakan Dewi Padi dalam mitos masyarakat setempat. Festival Tari Gandrung menjadi daya tarik wisata Banyuwangi. Tahun ini, Festival Tari Grandrung akan digelar pada 20 Oktober mendatang.

Pesona alam dan budaya di Banyuwangi tak ada habis untuk diperbincangkan. Di luar yang telah disebutkan di atas masih ada beberapa destinasi wisata yang juga menarik untuk dikunjungi. Selain itu, Banyuwangi juga memiliki kuliner khas yang bersumber dari tradisi masyarakat Using. Dengan dukungan fasilitas transportasi yang semakin luas, Banyuwangi kini menjadi tujuan wisata yang terus ramai dikunjungi. Apalagi daerah sekitar juga merupakan daerah tujuan wisata seperti Bali, Situbondo, Jember dan Bondowoso.

You Might Also Like

Enter Your Comments Here..