Jakarta, selain sebagai pusat bisnis dan perkantoran, ternyata juga mempunyai banyak spot foto sunset bagi para penggemar fotografi. Saya pernah membahas beberapa spot foto ini di tulisan sebelumnya. Nah, tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan tersebut.

Sebagian besar spot foto sunset di Jakarta ini berada di kawasan perkantoran Jalan Sudirman-Thamrin yang mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Letaknya yang strategis inilah yang menjadi alasan spot foto ini menjadi “langganan” para fotografer. Kelebihan lain dari spot foto ini adalah selain bisa memotret waktu senja, para fotografer juga bisa memotret menjelang matahari terbit, bahkan di malam hari.

Berikut beberapa spot foto sunset di Jakarta yang menjadi favorit para fotografer.

Bundaran Hotel Indonesia

Bundarah HI merupakan salah satu ikon kota Jakarta dengan patung selamat datang yang berpadu dengan kolam dan air mancur di sekelilingnya. Sebagai salah satu lambang Jakarta, tentu saja sudah banyak orang yang mengenal Bundaran Hotel Indonesia. Tempat ini bukan hanya bagus untuk memotret senja, namun juga indah ketika kita foto menjelang matahari terbit.

Kita bisa memotret patung selamat datang dari jarak dekat maupun dari jarak jauh, tergantung foto yang kita inginkan. Kita bisa masuk ke pinggir kolam air mancur yang mengelilingi patung untuk membuat foto dari jarak dekat. Di sini, kita bisa mengatur berbagai komposisi dengan patung dan kolam renang sebagai subyek foto, sementara gedung-gedung dan kondisi lalu lintas menjadi latar belakang. Komposisi ini membutuhkan lensa lebar agar patung dan barisan gedung-gedung di belakangnya bisa masuk secara utuh ke dalam foto.

Kita bisa menggunakan teknik kecepatan rana rendah (slow speed) supaya air kolam terlihat lembut serta terkesan beku dan tampak garis-garis warna yang berasal dari lampu kendaraan. Untuk memudahkan proses pembuatan foto tersebut, kita membutuhkan tripod dan filter.  

Selain dari jarak dekat, kita juga bisa memotret Bundaran HI dari jarak yang agak jauh, misalnya, dari trotoar di sekeliling Bundaran HI. Dari jarak ini, kesan foto yang muncul adalah jalanan yang sibuk, terlebih ketika kita memotret di waktu senja pada hari-hari kerja, dengan gedung perkantoran sebagai latar belakang.

Sudut lain pengambilan foto di Bundaran HI yang akan menghasilkan foto indah adalah dari ketinggian. Biasanya, para fotografer memotret dari Hotel Mandarin atau Plaza Indonesia. Namun, untuk memotret dari tempat ini kita tidak bisa sembarangan masuk. Misalnya, jika kita ingin memotret dari Hotel Mandarin, kita bisa memotret dari restoran hotel ini, yang artinya kita harus memesan makanan. Cara lain adalah menggunakan drone untuk memotret keindahan Budaran HI. Namun, banyaknya gedung-gedung tinggi di sekitar bundaran HI membutuhkan keahlian yang lebih dari rata-rata.

Spot Budaya Dukuh Atas
Spot Budaya Dukuh Atas

Sehari setelah peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-74, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan ruang publik di Dukuh Atas yang berjuluk Spot Budaya 2. Ini adalah salah satu dari sekian ruang terbuka yang ada di Jakarta. Anies Baswedan menyebut ruang terbuka ini sebagai ruang ketiga, di mana masyarakat bisa berinteraksi selain di rumah dan di tempat kerja.

Spot Budaya 2 ini berdekatan dengan Halte Dukuh Atas, Stasiun Sudirman, dan Stasiun MRT. Ruang terbuka ini mempunyai beberapa fasilitas di antaranya, wahana untuk bermain skateboard, panggung pagelaran musik, tempat duduk, dan dek dua lantai. Di dek ini biasanya para fotografer mengabadikan lalu lintas dan gedung-gedung kantor karena posisinya yang  lebih tinggi. Selain para pemotret, beberapa pengunjung juga memanfaatkan dek ini untuk swafoto.

Di dek ini kita bisa mengatur berbagai komposisi foto. Kita bisa mengambil foto gedung yang  berada di arah selatan untuk mendapatkan foto yang menarik. Dengan posisi ini, mahatari berada di sebelah kanan kita berdiri, sehingga kita tidak langsung memotret ke arah tenggelamnya matahari. Namun, dalam kondisi cerah, biasanya langit selatan juga berwarna-warni oleh bias cahaya dari barat ketika matahari tenggelam.

Peralatan yang kita butuhkan untuk memotret di spot budaya ini sama halnya seperti memotret di tempat lain. Kita butuh tripod, filter dan lensa yang lebar supaya gambar gedung-gedung yang kita foto tidak terpotong.

Jembatan Penyeberangan GBK

Jembatan penyeberangan orang di dekat Gelora Bung Karno, yang sekaligus menjadi penghubung ke halte busway Gelora ini, sudah viral sejak pembangunan jembatan selesai. Desain arsitektur yang unik adalah salah satu daya tarik jembatan penyeberangan ini. Keunikan jembatan penyeberangan ini menarik minat para juru foto untuk mengambil gambar di sini.  

Kita mesti menunggu lampu-lampu jembatan menyala supaya foto kita terlihat indah. Kita bisa mengambil beberapa sudut pemotretan dan beberapa komposisi dengan memadukan beberapa unsur yang ada. Misalnya, memotret dari ujung jembatan dengan subyek foto jembatan itu sendiri, atau mengambil foto jembatan penyeberangan GBK dari bawah jembatan dengan komposisi jembatan dan gedung-gedung perkantoran.

Hutan Kota di kompleks Gelora Bung Karno
Hutan Kota GBK

Hutan Kota GBK merupakan salah satu paru-paru kota Jakarta. Hutan kota ini pada mulanya adalah lapangan golf yang terletak di kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Saat ini kompleks hutan kota ini sedang proses renovasi dan berubah konsep dan pengelolaan menjadi Hutan Kota by Plataran. Pengelola yang baru rencananya akan membuka kembali hutan kota ini untuk publik pada Desember 2019 setelah proses renovasi selesai.

Hota kota yang berada di kompleks GBK ini merupakan salah satu spot foto di Jakarta. Kita bisa memoret sunset di taman kota ini dengan latar belakang gedung-gedung perkantoran di Jalan Sudirman. Namun, untuk waktu senja, kita hanya bisa memotret bias cahaya di langit timur. Meskipun, lampu-lampu dari gedung perkantoran ini tetap merupakan obyek yang menarik untuk difoto.

Kali Besar di Kawasan Kot Tua Jakarta
Kawasan Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua tentu bukan destinasi wisata baru bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Animo masyarakat untuk berkunjung ke tempat wisata ini tak pernah turun. Buktinya, setiap hari pengunjung selalu memenuhi pelataran museum Kota Tua ini. Apalagi di akhir pekan, Kota Tua Jakarta seolah selalu kehabisan ruang untuk pengunjung.

Selain wisatawan, keindahan Kawasan Kota Tua juga menarik bagi para fotografer. Namun, kita harus mencari waktu yang pas untuk memotret di kawasan ini, yakni ketika pengunjung tidak terlalu banyak. Banyaknya pengunjung mungkin membuat aktivitas kita tidak leluasa, terutama ketika kita mengambil gambar di area pelataran Museum Fatahilah. Di pelataran Museum Fatahilah, kita bisa mengarahkan lensa ke gedung-gedung bersejarah yang mengepung pelataran. Museum Fatahilah sendiri adalah yang paling menarik karena secara visual komposisinya pas di dalam gambar.

Lokasi lain, yakni di kawasan Kali Besar yang berada di sebelah gedung-gedung tua dan di depan Toko Merah. Kita bisa menggunakan bayangan gedung-gedung tua di sungai untuk memperindah foto kita. Anda perlu mengetahui, kali ini memanjang dari selatan ke utara. Artinya, matahari tidak berada di depan kita, ketika kita memotret. Sehingga warna langit, ketika cerah, hanya bias dari cahaya matahari yang tenggelam. Itulah beberapa spot foto sunset di Jakarta yang menjadi favorit para fotografer.  Kita bisa memotret pemandangan kota Jakarta dari beberapa spot ini.

You Might Also Like

Enter Your Comments Here..